Ragam Dialog Pada ChargerDrive

 

Seperti yang telah dibahas pada postingan sebelumnya, ChargerDrive merupakan sebuah device yang digunakan untuk men charger handphone smartphone yang sering kehabisan batrai ketika pengguna berada diluar rumah, charger ini tanpa kabel, hanya butuh di charger pada saat kita sedang berada dirumah.

Nah, kali ini sebelum kita membahas tentang Ragam Dialog pada ChargerDrive, kita membicarakan terlebih dahulu sebenarnya  apa yang dimaksud dengan  Ragam Dialog.

Ragam Dialog merupakan cara yang digunakan untuk mengorganisasikan teknik dialog. Teknik Dialog itu diantaranya :

  1. Dialog berbasis Tunggal
  2. Dialog berbasis Bahasa Pemograman
  3. Antarmuka berbasis Bahasa Alami
  4. Sistem Menu
  5. Dialog berbasis Pengisian Borang
  6. Antarmuka berbasis Ikon
  7. Sistem Penjendelaan
  8. Manipulasi Langsung
  9. Antarmuka berbasis interaksi grafis

Dari beberapa macam teknik dialog yang ada, ragam dialog yang digunakan pada ChargerDrive diantaranya :

  1. Dialog berbasis Pengisian Borang, pada device ini pengguna harus mengisi form untuk memasukkan password jika ingin menggunakan device ini. Maka dari itu diperlukan Form. Selain itu pengguna juga harus mengecek seberapa besar daya yang masih ada. Jika sudah habis, maka pengguna harus mengisi ulang device ini sebelum bepergian jauh.
  2. Sistem Penjendelaan, tentunya kita menggunakan jendela untuk berinteraktif, karena pada saat kita mencolokan device ini ke port, maka akan keluar jendela yang berisi informasi bahwa handphone kita sudah mulai di charger.  Selain itu akan muncul juga jendela ketika device yang akan kita gunakan dalam keadaan kosong, akan ada informasi berupa peringatan.

Teknik dialog itulah yang digunakan device ChargerDrive dalam berinteraksi dengan penggunanya, sehingga device ini dapat sesuai dengan kegunaanya.

Advertisements

3. Device yang mirip dengan device yang diinginkan

Device ChargerDrive ini mungkin bukan yang pertama ada, sebelumnya telah ada double power, sebuah alat yang dapat membantu pengguna handphone dalam memberikan ketahanan pada batrainya. Pada dasarnya prinsip kerja kedua alat ini sama, yaitu sebelum pemakaian kedua alat ini harus di charger untuk mengisi daya listriknya.

Namun yang membedakan dari kedua device ini yaitu dalam bentuk dan cara penggunaannya. Jika double power memiliki bentuk yang lumayan besar sedangkan chargerDrive memiliki bentuk yang sangat kecil sehingga tidak terlalu terlihat ketika pemakaian. Perbedaan selanjutnya yaitu pada cara pemakaiannya, pada double power handphone di charger seperti biasa namun menggunakan double power sehingga ketika kita mencharger, kita bisa membawanya kemana kita pergi, sedangkan pada chargerDrive device ini bukan bertujuan mencharger handphone, namun posisinya lebih kepada menggantikan batrai handphone yang sudah habis. Sehingga dapat digunakan tanpa harus mencabutnya lagi.

2. Latar Belakang

Pada zaman sekarang ini, rata-rata dari pengguna handphone telah menggunakan smartphone sebagai pilihan gadgetnya. Tidak sedikit juga yang mengeluh karena memiliki smartphone namun minim digunakan, maksudnya kapasitas ketahanan batrai yang cepat habis, menjadikan para pengguna smartphone harus membawa charger kemana-mana. Kenapa ? Karena rata-rata smartphone memiliki ketahanan batrai kurang lebih 6 jam perhari, dengan keadaan handphone Internet Active.

Oleh karena itu, maka terpikirlah untuk membuat charger yang bisa langsung digunakan tanpa harus menunggu batrainya penuh atau mencari tempat untuk mengisi ulang batrai dengan charger manual. Dimana nantinya device ini dapat digunakan dengan praktis. Jadi para pengguna smartphone tidak perlu lagi membawa charger handphone kemana-mana.

1. Apa itu ChargerDrive ?

Device yang saat ini dalam imajinasi saya adalah ChargerDrive,  sebuah device untuk mengisi  batrai handphone, khususnya smartphone.  Device ini berguna saat batrai handphone habis dan kita tidak punya tempat untuk mengisi ulang menggunakan charger biasa, nah device ini dapat langsung di masukkan ke dalam plot handphone yang digunakan untuk charger biasa. Device ini seperti kabel data, namun lebih pendek. Jika kita kehabisan batrai, maka device ini bisa langsung di colokin ke plot,  sampai daya listrik yang ada pada device tersebut habis.

Sebelum digunakan chargerDrive ini harus di isi ulang terlebih dahulu (recharge).  Alhasil ketika digunakan device ini sudah berisi daya listrik untuk isi batrai handphone dan dapat dibawa kemana-mana.